Oli Diesel

Rutin mengganti oli mesin adalah hal yang wajib dilakukan oleh setiap pemilik kendaraan. Sebab, oli sangat berpengaruh pada kinerja mesin, contohnya Oli Diesel. Fungsi oli selain sebagai pelumas komponen mesin yaitu sebagai perekat komponen mesin, menjaga mesin agar tidak korosi, meminimalisir gesekan, peredam getaran dan suara, mengindari terjadinya overheat, dan lain sebagainya. Seringkali, Anda harus datang ke bengkel untuk mengganti cairan ini. Namun, bagaimana jika Anda tidak punya waktu untuk ke bengkel? Sebenarnya, Anda bisa menggantinya sendiri di rumah. Nah, jika ingin mencobanya, di bawah ini adalah tips mengganti oli mobil tanpa harus ke bengkel.

1. Siapkan alat-alat yang dibutuhkan.

Untuk mengganti oli, tentu membutuhkan beberapa peralatan khusus. Di antaranya adalah wadah penampung oli bekas, kunci filter oli, kunci pembuka bergigi, sarung tangan, seperangkat kunci baut, corong, dua buah penyangga body mobil, dongkrang mengganti oli, filter oli baru, dan tentunya oli mesin mobil. Selain untuk mengganti oli, peralatan ini juga wajib ada untuk keperluan lainnya. Sehingga, Anda tidak perlu repot mencarinya saat dibutuhkan.

2. Hangatkan mesin.

Saat ingin mengganti oli, pastikan mobil dalam keadaan hangat. Hidupkan sekitar 1-3 menit hingga hangat, lalu matikan mesin. Namun, disarankan jangan mengganti oli ketika mesin panas. Suhu oli yang panas akan berbahaya untuk Anda. Mengganti oli dalam keadaan mesin dingin juga tidak disarankan. Mesin dingin akan membuat oli mengental. Akibatnya, oli sulit dikeluarkan dan kemungkinan sisa-sisa oli masih menempel di dinding mesin. Oleh sebab itu, idealnya mesin dalam keadaan hangat.

3. Siapkan wadah penampung oli dan buka baut.

Tempatkan wadah penampung oli tepat di bawah tangka oli. Agar tidak ada sisa-sisa oli yang berceceran, Alaskan bagian wadah dengan koran. Kemudian, buka baut tangka oli. Tutup pengisian oli juga perlu dibuka agar memperlancar pembuangan oli. Selanjutnya, biarkan oli keluar dengan sendirinya dan tunggu kurang lebih 5 menit hingga bekas oli tidak menetes lagi. Setelah itu, bersihkan lubang pembuangan dan bautnya, lalu tutup kembali lubang pembuangan dengan baut.

4. Tuangkan oli baru.

Setelah semuanya dipastikan sudah bersih dan baut sudah kencang, tuang oli baru dengan menggunakan corong agar tidak tumpah. Pastikan takaran oli sesuai dengan yang dibutuhkan oleh mesin agar pengisian oli tidak berlebihan ataupun kurang. Cara memeriksanya yaitu dengan menggunakan dipstick oli. Terakhir, tutup pengisian oli hingga rapat dan barsihkan sisa-sisa oli di sekitar mesin. Jika semuanya sudah dilakukan, panaskan mobil sekitar 1-4 menit agar pelumasan mesin sempurna dan diamkan terlebih dahulu sebelum dijalankan.

Itulah tahapan-tahapan yang dapat Anda lakukan sendiri di rumah. Cukup mudah, bukan? Jaga selalu kinerja mesin mobil Anda, ya. Semoga bermanfaat!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.